WC (Water Closet)

Archimedes, ahli Fisika Asal Yunani berhasil menemukan rumus Matematika ketika menghabiskan waktunya di dalam WC, “Eureke..eureka...eureka (Aku berhasil), teriak Archimedes dengan tubuh telanjang berlari dari dalam kamar mandi setelah berhasil membuktikan bahwa mahkota raja tidak berbahan dasar Emas murni 24 karat. Arsitektur Ahmed Lahauri, desainer bangunan eksotis Taj Mahaljustru sering meluangkan waktunya di WC, sekitaran Sungai Yamani pinggiran kota Agra India, ketika pertama kali mendapatkan tugas untuk membuatkan gambar bangunan salah satu dari tujuh keajaiban di dunia itu.
        WC, sebuah kata yang mungkin buat sebagian besar orang terasa abnormal, jorok dan menjijikan, out of the box. Tetapi tidak sedikit orang yang menganggapWC sebagai tempat meditasi yang bisa membuat kita too good to be true, atau bagi orang-orang yang lebih banyak menggunakan otak sebelah kanan justru bisa menjadi tempat yang bisa dengan mudah membuatnya berpikir oh My Goodness....!
        WC akronim dari Water Closet (bahasa Inggris), atau lebih populer dengan sebutan Toilet, Kloset, Kakus (bukan:kaskus), adalah perlengkapan rumah yang kegunaan utamanya sebagai tempat pembuangan kotoran. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diperhalus dengan sebutan kamar kecil, istilah ‘kecil’ ini merujuk pada ukurannya yang selalu minimalis, 1,5 x 2 ; atau 2 x3 meter. Jenisnya pun beragam, ada WC Jongkok, WC Duduk, WC Berdiri, dsb.
         Dalam Islam, tata letak WC pun tidak sembarangan, ada kelaziman yang digunakan kalau arah penempatan WC tidak boleh menghadap dan membelakangi arah kiblat, pun demikian dalam kebiasaan orang beraliran Feng Sui, WC merupakan tempat dimana air mengalir melalui pipa ke dalam rumah, WC melambangkan kedamaian, kemakmuran dan kemaslahatan anggota keluarganya, maka penempatan WC tidak boleh di posisi ruangan depan atau tengah rumah, karena bisa menimbulkan malapetaka dan segudang masalah. Bahkan suku Aztec di Mexico memegang adat yang sangat kuat, kalau pembuatan WC harus terpisah dari bangunan rumah tempat mereka istirahat.
         Demikian beragamnya perspektip WC, kaum Creative Junkies melukiskan WC sebagai panggung untuk menggelar konser tunggal bak seorang diva yang sedang naik daun, WC pun bisa menjaditempat curhatan yang sangat spesial, selain pacar, suami/istri, selingkuhan, bahkan seorang psikolog sekalipun. WC tempat terlahirnya ide-ide brilian yang tidak terpikirkan sebelumnya, mengatasi masalah tanpa masalah (Tagline Pegadaian), Bikin Hidup Lebih Hidup (Tagline Rokok Star Mild), bahkan secara tidak sadar, banyak orang memilih WC untuk sekedar menangis, menumpahkan kekesalan, menenangkan pikiran atau meredakan emosi yang berlebihan. Artinya WC bisa menjadi terapi yang aman, nyaman, dan murah. Ongkos menggunakan jasa WC Umum pun terbilang ringan dikantong, cukup dengan uang dua ribuan, kita bisa leluasa menggunakannya, bahkan banyak SPBU  yang sengaja menggratiskan WC sebagai daya tarik buat pengendara sepeda motor untuk berkunjung ke tempatnya.
        Sesungguhnya tidak ada yang istimewa dengan WC, dia sebuah ruangan kecil, sumpek,norak, dengan fungsi yang sangat terbatas, tetapi  WC tetaplah WC, keberadaanya sangat dinantikan bahkan bisa menaikan kadar keekonomisan sebuah bangunan. Keberadaan WC memiliki daya tarik buat orang-orang ketika memilih penginapan, kostan, atau layanan transportasi sekalipun. WC bisa menjadi cerminan akan identitas orang, apakah dia orang yang pendiam, pemalas, periang, pemalu, atau orang yang memiliki rasa percaya diri tinggi. Dari WC kita bisa banyak belajar, belajar dalam kesendirian, belajar dalam keterbatasan, belajar dalam keheningan, darihal yang kecil untuk sesuatu yang lebih besar. (Wallohualam Bisowab)  

No comments:

Post a Comment