WC, sebuah kata yang mungkin buat sebagian besar orang
terasa abnormal, jorok dan menjijikan, out
of the box. Tetapi tidak sedikit orang yang menganggapWC sebagai tempat
meditasi yang bisa membuat kita too good to be true, atau bagi
orang-orang yang lebih banyak menggunakan otak sebelah kanan justru bisa menjadi
tempat yang bisa dengan mudah membuatnya berpikir oh My Goodness....!
WC akronim dari
Water Closet (bahasa Inggris), atau lebih populer dengan sebutan Toilet,
Kloset, Kakus (bukan:kaskus), adalah perlengkapan rumah yang kegunaan utamanya
sebagai tempat pembuangan kotoran. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
diperhalus dengan sebutan kamar kecil, istilah ‘kecil’ ini merujuk pada
ukurannya yang selalu minimalis, 1,5 x 2 ; atau 2 x3 meter. Jenisnya pun
beragam, ada WC Jongkok, WC Duduk, WC Berdiri, dsb.
Dalam Islam,
tata letak WC pun tidak sembarangan, ada kelaziman yang digunakan kalau arah
penempatan WC tidak boleh menghadap dan membelakangi arah kiblat, pun demikian
dalam kebiasaan orang beraliran Feng Sui, WC merupakan tempat dimana
air mengalir melalui pipa ke dalam rumah, WC melambangkan kedamaian, kemakmuran
dan kemaslahatan anggota keluarganya, maka penempatan WC tidak boleh di posisi
ruangan depan atau tengah rumah, karena bisa menimbulkan malapetaka dan
segudang masalah. Bahkan suku Aztec di Mexico memegang adat yang sangat kuat,
kalau pembuatan WC harus terpisah dari bangunan rumah tempat mereka istirahat.
Demikian beragamnya perspektip WC, kaum Creative
Junkies melukiskan WC sebagai panggung untuk menggelar konser tunggal
bak seorang diva yang sedang naik daun, WC pun bisa menjaditempat curhatan yang
sangat spesial, selain pacar, suami/istri, selingkuhan, bahkan seorang psikolog
sekalipun. WC tempat terlahirnya ide-ide brilian yang tidak terpikirkan
sebelumnya, mengatasi masalah tanpa masalah (Tagline Pegadaian), Bikin Hidup
Lebih Hidup (Tagline Rokok Star Mild), bahkan secara
tidak sadar, banyak orang memilih WC untuk sekedar menangis, menumpahkan
kekesalan, menenangkan pikiran atau meredakan emosi yang berlebihan. Artinya WC
bisa menjadi terapi yang aman, nyaman, dan murah. Ongkos menggunakan jasa WC
Umum pun terbilang ringan dikantong, cukup dengan uang dua ribuan, kita bisa
leluasa menggunakannya, bahkan banyak SPBU
yang sengaja menggratiskan WC sebagai daya tarik buat pengendara sepeda
motor untuk berkunjung ke tempatnya.
Sesungguhnya tidak ada yang istimewa dengan WC, dia
sebuah ruangan kecil, sumpek,norak, dengan fungsi yang sangat terbatas,
tetapi WC tetaplah WC, keberadaanya
sangat dinantikan bahkan bisa menaikan kadar keekonomisan sebuah bangunan. Keberadaan
WC memiliki daya tarik buat orang-orang ketika memilih penginapan, kostan, atau
layanan transportasi sekalipun. WC bisa menjadi cerminan akan identitas orang, apakah
dia orang yang pendiam, pemalas, periang, pemalu, atau orang yang memiliki rasa
percaya diri tinggi. Dari WC kita bisa banyak belajar, belajar dalam
kesendirian, belajar dalam keterbatasan, belajar dalam keheningan, darihal yang
kecil untuk sesuatu yang lebih besar. (Wallohualam
Bisowab)

No comments:
Post a Comment