Sudahlah terima apa adanya, bayi prematur itu (baca:Simulasi Digital) sudah kadung lahir, tak elok mencari silsilah keturunan, sekedar menelisik siapa nenek moyangnya, Nini Anteh atau Dewi Pohaci, tidak elegan juga mencari KTP orang tuanya beralamat dimana, SEAMOLEC, Kemendikbud, UPI, ITB atau mungkin tanya Penyanyi Ayu Tingting dengan Alamat Palsunya, yang jelas takdirnya memang harus tak bertuan. Setali tiga uang buat guru di belahan manapun di Indonesia tentunya, Seuntai doa yang terkabulkan, atau sekedar obat penenang untuk meredam sesaat riak atau bahkan sudah menjadi ombak akan kegundahgulanaan guru-guru pengajar TIK atau mata pelajaran KKPI yang dengan setia menunggu sosok seperti apa yang akan menggantikan kedua bidang tersebut.
Kalaupun kurikulum 2013 dengan anak barunya yang bernama "Simulasi Digital" seumpama segelas air ditengah kemarau berkepanjangan, lantas berapa banyak air itu sampai kepada orang yang membutuhkannya (siswa), ditengah ketidakpastian sertifikasi buat guru-guru komputer, minimnya pelatihan-perlatihan terkait bidang tersebut, komitmen lembaga/sekolah, maupun sarana dan prasarana pembelajarannya, coba tanya berapa jumlah komputer yang ada di laboratoriumnya, berapa pula yang layak pakai, berapa yang terkoneksi internet, seberapa hebat spesifikasi komputer tersebut (miris!). Sulit mencari argumentasi, kebenaran atau pembenarankah di pembelajaran yang serba militeristik ini, Jabatan hanya sekedar amanah untuk bilang 'iya', wawasan hanya sekedar tamsil untuk tidak bilang 'tidak', (wallahualam bi shawab).Download Materi Ajar Simulasi Digital

No comments:
Post a Comment