MOJOK:Berdua-duaan di Tempat Terlarang

Duch…gie mojok nich, ups biasa aja kawlie, gak usah pake sinis gitu dong, jujur aja dech (Katanya fans beratnya Radja,….’jujurlah padaku…’) ini jaman reformasi brow, gak laku maen petak umpet segala, perang aja sudah pakai nuklir say….kagak bergerilya lagi. Ntar disangkanya maling ayam, eh maling cinta kalie, apalagi sudah kebeuleut banget, sudah…tongmi kodong saja alias tembak di TKP (Tempat Kencan Pertama), belaga polisi aja sekali-kali demi sekeping cinta, demi hati yang kian bergelora, ntar keburu disamber petir noh, nih dah musim hujan coy!wake up..

Do or never, sekarang atau kapan-kapan nunggu kiamat datang, cinta itu gak ada hak patennya, gak kaya tempe, yang nyiptain orang Indonesia hak ciptanya di Jepang sana. Inget loh sebelum janur kuning berdiri, setiap orang boleh mampir sini mampir sana, kebut sana kebut sini, gak pakai batas-batas segala seperti zona ekonomi ekclusive (ZEE), 200 mil harus minta izin pihak Interpol, bebas roaming nasional dech, hati-hati syarat dan ketentuan berlaku.

Segitunya yach kalah dah nyangkut urusan cinta mencinta (baca:mojok), apa beneran dunia bakalan segera hancur di sekolah, kampus, mesjid, di pasar, mall,pom bensin bahkan di toilet sekalipun yang baunya mirip bunga kesturi…..aduh plese dech, keren dikit apa, gayanya sich mirip harajuku, apalagi tampilannya borjuis abis, tetapi kalau mojoknya gak kenal waktu dan tempat alias buta warna tea, ini yang bahaya, masih inget gak pesan bang Napi “kejahatan bukan karena ada pelakunya tetapi karena ada kesempatan, Becarefull guys!.

Apalagi yang punya prinsip :gebet terus, sikat terus, temple terus,gandeng terus, dan gesek terus (idiiih..emangnya kartu ATM), isthikharah dulu sana, jangan-jangan lupa kodrat kita sebagai manusia yang berbudi pekerti, boleh-boleh aja sich berikrar di lapangan gasibu “dunia milik kita berdua” yang lain mah suruh ngontrak we di planet gaya sana, eh salah, Planet Mars meurueun, Cuma ngeri juga kalau sudah matok, “mojok is everything..anything, mojok satu-satunya jalan merajut cinta,astagfirullah…….sadar nak!.

Mojok pastilah ada efek samping, lebih takaran bisa over dosis, apalagi seusia ABG-an, daya imunnya masih lemah, ada bisikan dari setan juniornya aja bisa kalapak kelepek, apalagi kalau godannya dari yang lebih senior, wah bisa bahaya tuch, tahu-tahunya pas bangun tidur sudah dipindah ke rumah pak RT, karena malamnya terjaring operasi yustisi (penyakit masyarakat tea) eh besoknya suruh ngadep dech sama kepala sekolah, lantas dihukum suruh ngelilingin lapangan upacara 100 (seratus) putaran dan bersihin WC sampai mengkilap. Masih untung gak kena DO atau Drop Out, bisa mampuskan!.

Saking asiknya nich, mojok bisa bikin dua insan yang sedang menyelami relung hati antar pasangan dalam perasaan (tidak dibaca: bukan antar kota dalam provinsi, Itu mah bis MGI Pisan, trayek Bandung-Jakarta) bisa lupa keadaan di sekeliling kita, kanan kiri oke, Gooo… pokoknya. Malah saking romantisnya kala mojok berduaan, (romantis, bukan roman manis hati iblis) ada yang sampai-gak tahu beneran atao booongan-ada yang sok berakting niruin Romeo and Juliet, sambil mengucapkan kata-kata, Sstt..simak nich, kali aja bulan depan nembak si dia..lumayan gratis…

“Sungguh……. ini dari palung hatiku yang teramat dalam, sedalam samudera lepas pantai Jawa, aku cinta kamu sejujurnya, apa adanya, seindah kicau burung Murai di pagi yang cerah nan indah, seriang tawa bayi mungil dipangkuan bundanya, sebening bulir embun pagi yang berkilauan di atas pucuk dedaunan, Dan jika kau hianati, maka hati ini segersang lahar yang memijar kental, sepanas zenith matahari Asia, segemuruh deguran ombak di Pangandaran sana….,bersambung dech”.

Si cowok ma si Cewek pake super mesra segala, gentian ngitung bintang di langit sana. Si Cowok sambil nyanyiiin lagunya PETERPAN “Aku dan Bintang”….lihat ke langit luas bersama musim tlah berganti, dan rasakan semua bintang, memanggil tawamu terbang ke atas…..leubayyyyyyyyyy 

Pas giliran si cewek yang kebagian jatah ngitung bintangnya, Lagunya Bunga Citra Lestari “Tentang Kamu” mengalun dengan syahdunya…” begitu banyak bintang, seperti perasaanku…tentang kamu…tentang kamu…” Sambil menyimpulkan, berapa jumlah bintang yang sinarnya paling terang, yang redup, bahkan yang gelap sekalipun. Dahsyat dech pokoknya……..
Konon kata foklor Jawa, kalau ternyata lebih banyak bintang yang bersinar terang, maka dua hati pasangan tersebut bakal menyatu untuk selamanya sampai ke jenjang yang lebih sewriuz…..akh yang bener nich, apa hubungannya bintang sama pacaran, waktunya selingkuh mah…selingkuh we. Kalau kata orang Betawi mah, “kagak nyaket cing…mustahil”, “yow is toh….”,balas orang Jawa dengan sedikit ketus.

Selain itu, si pasangan yang gie mojok sambil ngobrol juga , ya ngaler ngidul wetan, kulon (baca: utara, selatan, timur, barat) bicara A,B,C,D dsb….mirip konperensi pers selebritis saja. Duduk berdua, teapat di bawah pendaran sinar rembulan yang jatuh tersipu, menyelinap di antara gemerisik pucuk perdu dan semak belukar, lho kok semak belukar sich, kagak indah banget……..ceritanya nich, doski mojoknya di sisi hutan……

Di tempat apapun, mojok bisa bikin segala sesuatunya terasa indah, kalau kata orang Bule mah “no body know ‘till Rendezvouse of beatifull fall in love” (terjemahin sendiri aja).Gejala-gejalanya ribuan macam sobat, ketek pasangan yang bau aja terciumnya harum banget (pas diperiksa dokter, ternyata salurannya tersumbat kotoran), gula asam jawa pun serasa cokelat Cadbury lho (ini saking ngilunya lidah, karena terlalu banyak makan gulanya sehingga yang kerasa manisnya asam jawa) tetapi ada juga yang digigitin nyamuk tetapi serasa dipijitan sama pasangannya. (tahunya dua minggu kemudian, masuk UGD terkena demam berdarah). Backsound:Kasihan deh lo!.

Pernah denger istilah ‘efek dopler’gak?. Biasanya dipelajari dalam pelajaran Fisika kelas 1 SMA/SMK, efek mojok juga kagak jauh beda rasanya dengan prinsip efek dopler. Makin deket…mangkin deket… lengket jugakaya perangko, sederhananya seperti sipat besi semprani aja, kalau elektron posistip dan negtipnya sudah ketemu……susah misahinnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terbitan PT Balai Pustaka tahun 2008, definisi mojok adalah keadaan yang jauh dari orang dan atau tidak terlihat dari pandangan orang lain, pokoknya sepi dari segala-galanya dech. Nyaris jauh dari gangguan teknis, uka-uka, hantu, pocong berkepala pelontos, atau bahkan tukang ronda sekalipun. Tetapi sekedar tindakan preventip nich, siapin aja mantra sebanyak-banyaknya…

Lebih lanjut, dalam pemaknaan ilmu andragogi, motip mojok merupakan keinginan untuk belajar bersosialisasi tanpa sepengetahuan orang lain demi tercapainya hasrat seorang individu. Bahkan mojok dalam perspektip teori akuntansi ditapsirkan sebagai wujud nyata dari adanya hukum penawaran, yaitu sebuah keadaan naiknya harga barang dan jasa maka keinginan untuk menawarkan barang pun ikut naik, sementara daya beli tidak menentu (cateris paribus)

Pendek kata, tingginya keinginan untuk lebih dekat dengan si dia tanpa dibarengi keberanian dan kemampuan untuk bersikap gentlemen. Duh…duh…duh…, nie tulisan, karya ilmiah atau karangan narasi!-------Wallahuallam bi shawab

No comments:

Post a Comment